Kamis, 04 Oktober 2012

astronomi

Cantik, beautiful,amazing… Itulah komentar yang pertama kali mungkin akan terlontar manakala kita melihat keindahan langit malam yang dihiasi berjuta bintang. Saat itu kita akan melihat, betapa kita ini hanya seonggok mahluk kerdil yang diliputi oleh berbagai kelemahan. Itulah sebagian kebesaran Allah yang dapat dilihat setiap hari. Keanggunan alam semesta ini akan semakin dirasakan pada saat kita belajar Astronomi. Melalui halaman ini akan kami sajikan bahan-bahan kuliah Astronomi untuk mahasiswa Prodi Pendidikan IPA. Mata kuliah ini mencakup materi pembelajaran asas-asas astronomi, model-model kosmologi, spektroskopi dan radiasi, teleskop, tata surya, bintang, galaksi, dan alam semesta. Berikut daftar materi kuliah Astromomi, Anda tinggal klik pada link yang tersedia, maka Anda akan di bawa ke halaman lain yang berisi materi pokok bahasan yang bersangkutan: 1. Bola Langit 2. Sistem Tata Surya 3. Sistem Bumi-Bulan 4. Mekanika Benda Langit 5. Fisika Bintang 6. Evolusi Bintang 7. Galaksi 8. struktur Jagad Raya Saya sarankan kepada para mahasiswa untuk mengunduh referensi berikut: roy-clarke-astronomy-principles-and-practice-4th-ed1 Comments 4 Responses to “Astronomi” Bagi kita yang tinggal di daerah ekuator, alam memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat melihat seluruh bintang di langit. Hal ini berbeda dengan orang yang tinggal dibelahan bumi utara, mereka tidak dapat melihat sebagian bintang yang berada di langit selatan. Sebagai gantinya, mereka akan melihat bintang-bintang sirkumpolar, yaitu bintang yang tidak pernah terbit dan tinggelam di bawah horizon, melainkan mereka hanya akan berputar-putar di atas langit. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Bagaimana cara kita menentukan posisi sebuah bintang dan hal-hal lain yang berkaitan dengan itu akan dikaji pada pokok bahasan ini. Secara terperinci, pada pokok bahasan ini, kita akan membahas hal-hal sebagai berikut: 1. Bumi dan Gerak Benda Langit 2. Kedudukan dalam bola langit 3. Tata koordinat Bola Langit o Tata koordinat horizon o Tata koordinat Ekuator o Tata Koordinat Ekliptika 4. Perhitungan Waktu o Waktu sideris dan Waktu Surya o Waktu Standar o Kalender Berikut adalah tokoh-tokoh yang berperan amat besar dalam ilmu astronomi Anaximander (610-546 sM) - Seorang ilmuwan Yunani yang sering disebut sebagai “Bapak Ilmu Astronomi”. Ia menganggap bentuk Bumi sebagai silinder dan angkasa berputar tiap hari mengelilinginya. Aristharkus (abad ke-3 sM) - Seorang ilmuwan Yunani yang percaya bahwa Matahari adalah pusat alam semesta. Ia orang pertama yang menghitung ukuran relatif Matahari, Bumi dan Bulan. Ia menemukan bahwa diameter bulan lebih dari 30% diameter Bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya yaitu 0,27 kali diameter bumi). Ia juga memperkirakan bahwa Matahari memiliki diameter 7 kali diameter Bumi. Ini kira-kira 15 kali lebih kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini. Aristoteles (384-322 sM) - Seorang ilmuwan Yunani yang percaya bahwa Matahari, Bulan dan planet-planet mengitari Bumi pada permukaan serangkaian bola angkasa yang rumit. Ia mengetahui bahwa Bumi dan Bulan berbentuk bola dan bahwa bulan bersinar dengan memantulkan cahaya Matahari, tetapi ia tak percaya bahwa Bumi bergerak dalam Antariksa ataupun bergerak dalam porosnya James Bradley (1693-1762) - Seorang ahli astronomi Inggris yang menemukan penyimpangan yang disebut Aberasi Sinar Cahaya di tahun 1728, yaitu bukti langsung pertama yang dapat diamati bahwa Bumi beredar mengelilingi Matahari. Dari besarnya penyimpangan ia menghitung kecepatan cahaya sebesar 295.000 km/dt. Hanya sedikit lebih kecil dari nilai sebenarnya (299.792,4574 km/dt, US National Bureau of Standards). Tycho Brahe (1546-1601) - Seorang ahli astronomi Denmark, dipandang sebagai pengamat terbesar di jaman pra-teleskop. Dengan memakai alat bidik sederhana, Brahe mengukur posisi planet dengan ketelitian yang lebih besar dari siapapun sebelumnya. Hal ini memungkinkan asistennya, Johannes Kepler untuk memecahkan hukum gerakan planet. Nicolaus Copernicus (1473-1543) - Seorang ahli astronomi Polandia yang mencetuskan pandangan bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta sebagaimana pandangan umum pada masanya, melainkan mengitari Matahari seperti planet lainnya. Pola berani ini disajikan dalam bukunya Mengenai Perkisaran Bola-Bola Angkasa yang terbit ditahun wafatnya. Polanya itu lebih memudahkan penjelasan tentang gerakan planet sesuai pengamatan. teorinya didukung oleh pengamatan Galileo dan dibenarkan oleh perhitungan Johannes Kepler. John Ludwig Emil Dreyer (1852-1926) - Seorang ahli astronomi Denmark yang menghimpun sebuah katalog utama yang memuat hampir 8000 kelompok bintang dan Nebula. Katalog yang disusunnya disebut Katalog Umum Baru (the New General Catalogue, NGC). Eratosthenes (276-196 sM) - Seorang ahli astronomi Yunani yang pertama-tama mengukur besarnya Bumi secara teliti. Ia mencatat perbedaan ketinggian Matahari di langit sebagaimana terlihat pada tanggal yang sama dari dua tempat pada garis utara-selatan yang jaraknya diketahui. Dari pengamatannya, ia menghitung bahwa Bumi mestinya bergaris tengah 13.000 km. Hampir tepat dengan angka yang sebenarnya (12.756,28 km pada katulistiwa). Galileo Galilei (1564-1642) - Seorang ilmuwan Italia yang menciptakan revolusi dalam astronomi dengan pengamatan perintisnya di angkasa. Dalam tahun 1609, Galileo mendengar mengenai penciptaan teleskop dan membuat satu bagi dirinya. Dengan itu ia menemukan kawah-kawah bulan, melihat bahwa Venus menunjukkan fase-fase sambil ia mengitari Matahari dan menemukan bahwa Jupiter memiliki empat buah Bulan. Johann Gottfried Galle (1812-1910) - Seorang ahli astronomi Jerman yang menemukan planet Neptunus. Dengan menggunakan perhitungan Urbain Leverrier, Galle menemukan Neptunus pada malam hari, di tanggal 23 September 1846, tidak seberapa jauh dari posisi yang semula diperhitungkan. George Gamow (1904-1968) - Seorang ahli astronomi Amerika pendukung teori ledakan besar (Big Bang). Menurut hitungannya, kira-kira 10% bahan dalam alam semesta seharusnya adalah Helium yang terbentuk dari Hidrogen selama terjadinya ledakan besar; pengamatan telah membenarkan ramalan ini. Ia juga meramalkan adanya suatu kehangatan kecil dalam alam semesta sebagai peninggalan ledakan besar. Radiasi Latar belakang ini akhirnya ditemukan pada 1965. Sir William Herschel (1738-1822) - Seorang ahli astronomi Inggris, lahir di Jerman, yang menemukan planet Uranus pada tanggal 17 Maret 1781 beserta dua satelitnya dan juga dua satelit Saturnus. Herscel membuat survey lengkap langit utara dan menemukan banyak bintang ganda dan nebula. Untuk menangani pekerjaan ini, ia membangun sebuah reflektor 122 cm, terbesar di dunia saat itu. Survey langit Herschel itu meyakinkan bahwa galaksi kita berupa sistem bintang berbentuk lensa, dengan kita di dekat pusat. Pandangan ini diterima hingga jaman Harlow Shapley. Hipparkus (abad ke-2 sM) - Seorang ahli astronomi Yunani yang dianggap terbesar di jamannya. Ia membuat sebuah katalog 850 bintang dengan teliti yang dibagi kedalam enam kelompok kecerlangan atau magnitudo; bintang paling cemerlang dengan magnitudo 1 dan yang paling lemah (yang tampak dengan mata telanjang) dengan magnitudo 6. Suatu sistem magnitudo yang disesuaikan masih digunakan dewasa ini. Hipparkus menemukan bahwa posisi bumi agak goyah di antariksa, suatu efek yang disebut Presesi. Sir Fred Hoyle (1915-….) Seorang ahli astronomi Inggris yang dikenal karena karyanya mengenai Teori Keadaan Tunak yang menyangkal bahwa alam semesta diawali dengan suatu ledakan besar. Hoyle menunjukkan bagaimana unsur-unsur kimia berat dalam alam semesta tersusun dari hidrogen dan helium dengan reaksi-reaksi nuklir di dalam bintang, dan tersebar dalam antariksa oleh ledakan supernova. Edmond Halley (1656-1742) - Seorang ahli astronomi Inggris yang di tahun 1705 memperhitungkan bahwa komet yang terlihat dalam tahun-tahun 1531, 1607 dan 1682 sesungguhnya adalah benda yang sama yang bergerak dalam satu garis edar tiap 75 atau 76 tahun mengedari matahari. Komet tersebut kini dikenal sebagai Komet Halley. Dalam tahubn 1720, Halley menjadi ahli astronomi kerajaan yang kedua, Di Greenwich ia membuat studi yang memakan waktu lama mengenai gerakan bulan. Edwin Hubble (1889-1953) - Seorang ahli astronomi Amerika yang di tahun 1924 menunjukkan bahwa terdapat galaksi lain di luar galaksi kita. Selanjutnya ia mengelompokkan galaksi menurut bentuknya yang spiral atau eliptik. Di tahun 1929 ia mengumumkan bahwa alam semesta mengembang dan bahwa galaksi bergerak saling menjauhi denga kecepatan yang semakin tinggi; hubungan ini kemudian disebut hukum Hubble. Jarak sebuah galaksi dapat dihitung dengan hukum Hubble bila kecepatan menjauhnya diukur dari pergeseran merah cahayanya. Menurut pengukuran terakhir, galaksi bergerak pada 15 km/dt tiap jarak satu juta tahun cahaya. Nama Hubble kini diabadikan pada sebuah teleskop raksasa di antariksa yang dioperasikan oleh NASA. Immanuel Kant (1724-1804) - Seorang filsuf Jerman yang pada tahun 1755 mengajukan cikal-bakal teori modern tentang tata surya. Kant percaya bahwa planet-planet tumbuh dari sebuah cakram materi di sekeliling Matahari, sebuah gagasan yang kemudian dikembangkan oleh Marquis de Laplace. Kant juga berpendapat bahwa nebula suram yang terlihat di antariksa adalah galaksi tersendiri seperti galaksi Bima Sakti kita. Pendapat tersebut kini telah terbukti kebenarannya. Johannes Kepler (1571-1630) - Seorang ahli matematika dan ahli Astronomi Jerman yang menemukan ketiga hukum dasar pergerakan planet. Pertama, dan yang terpenting, ia di tahun 1609 menunjukkan bahwa planet bergerak mengelilingi Matahari dalam orbit eliptik, bukannya dalam kombinasi lingkaran-lingkaran sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Ia menunjukkan pula bahwa kecepatan planet berubah sepanjang orbitnya, lebih cepat bila lebih dekat dengan Matahari dan lebih lambat bila jauh. Di tahun 1619 ia menunjukkan bahwa jangka waktu yang diperlukan sebuah planet untuk menyelesaikan satu orbit berkaitan dengan rata-rata jaraknya dari matahari. Untuk perhitungannya, Kepler menggunakan pengamatan Tycho Brahe. Laplace, Pierre Simon, Marquis de (1749-1827) - Seorang ahli matematika Prancis yang mengembangkan teori asal mula tata surya yang digagas oleh Immanuel Kant. Di tahun 1796, Laplace melukiskan bagaimana cincin-cincin materi yang terlempar dari Matahari dapat memadat menjadi planet-planet. Perincian teori tersebut telah ditinjau kembali, tetapi pada pokoknya tidak berbeda dengan teori-teori modern mengenai awal-mula terjadinya tata surya. Henrietta Leavitt (1868-1921) - Seorang ahli astronomi Amerika yang menemukan sebuah teknik penting dalam astronomi untuk mengukur jarak bintang dengan memakai bintang-bintang Variabel Cepheid. di tahun 1912 ia menemukan bahwa kecerlangan rata-rata sebuah Cepheid berhubungan langsung dengan jangka waktu yang diperlukannya untuk berubah, dengan Cepheid paling cemelang memiliki periode paling lama. Jadi, dengan mengukur waktu variasi cahaya sebuah Cepheid, para astronom dapat memperoleh kecerlangan sebenarnya, dengan demikian jaraknya dari bintang dan planet lain dapat pula dihitung. Georges Lemaitre (1894-1966) - Seorang ahli astronomi Belgia yang pada tahun 1927 mencetuskan teori Ledakan Besar kosmologi yang menyatakan bahwa alam semesta dimulai dengan suatu ledakan besar dahulu kala dan bahwa sejak itu kepingannya masih terus beterbangan. Lemaitre mendasarkan teorinya pada pengamatan Edwin Hubble mengenai alam semesta yang mengembang. Urbain Jean Joseph Leverrier, (1811-1877) - Seorang ahli matematika Prancis yang memperhitungkan keberadaan planet Neptunus. Saat memeriksa gerakan Uranus, ia menemukan bahwa gerakannya dipengaruhi oleh sebuah planet tak dikenal. Perhitungan Leverrier memungkinkan penemuan Neptunus oleh Johann Galle. Percival Lowell (1855-1916) - Seorang ahli astronomi Amerika yang memetakan saluran-saluran di Mars dan percaya tentang adanya kehidupan di planet tersebut. Dalam tahun 1894 ia mendirikan observatorium Lowell di Arizona guna mempelajari Mars. Lowell juga mempercayai adanya planet di seberang Neptunus yang belum ditemukan. Ia mulai mencarinya di langit dengan bantuan gambar foto. Planet baru itu, kemudian dinamai Pluto, akhirnya ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930, setelah meninggalnya Lovell. Selain merupakan nama Dewa Kematian bangsa Yunani Kuno, dua huruf awal pada Pluto juga merupakan penghormatan untuk namanya. Charles Messier (1730-1817) - Seorang ahli astronomi Prancis yang menyusun sebuah daftar berisi lebih dari 100 kelompok bintang dan nebula. Hingga sekarang, banyak diantara objek ini yang masih disebut dengan nomor Messier atau M, seperti M1, nebula Kepiting, dan M31, galaksi Andromeda. Sir Isaac Newton (1642-1727) - Seorang ilmuwan Inggris yang melalui hukum-hukum gravitasinya membantu menerangkan mengapa planet mengitari Matahari. Johannes Kepler juga menghitung hal ini dengan hukumnya mengenai gerakan planet. Newton juga memberi sumbangan penting kepada astronomi pengamatan dengan penelitiannya mengenai cahaya dan optika. Di tahun 1668 ia membangun teleskop pemantul (reflektor) yang pertama di dunia. Ptolomeus (abad ke-2 M) - Seorang ilmuwan Yunani yang menyusun gambaran baku mengenai Alam semesta yang dipakai oleh para ahli astronomi hingga jaman Renaissance. Menurut Ptolomeus, Matahari, Bulan, dan planet-planet beredar mengelilingi Bumi dengan suatu sistem yang rumit. Teori ini akhirnya ditentang dan dibuktikan kesalahannya oleh pandangan Copernicus. Ptolomeus menulis ensiklopedi besar astronomi Yunani yang disebut Almagest. Pythagoras (abad ke-6 sM) - Seorang ilmuwan Yunani yang diketahui sebagai yang pertama kalinya mencetuskan gagasan bahwa Bumi berbentuk bola. Ia percaya bahwa Bumi terletak di pusat alam semesta dan benda-benda angkasa lain beredar mengelilingi Bumi. Carl Sagan (1934-1996) - Seorang ilmuwan Amerika yang dikenal karena penelitiannya mengenai kemungkinan adanya bentuk kehidupan diluar planet Bumi. Ia terlibat sebagai peneliti dalam berbagai misi wahana tak berawak yang diluncurkan oleh NASA, diantaranya adalah misi Mariner ke planet Venus dan Viking ke planet Mars. Giovanni Schiaparelli (1835-1910) - Seorang ahli astronomi Italia yang pertama kali melaporkan adanya “saluran” di permukaan planet Mars ketika planet tersebut mendekat di tahun 1877. Ia menamakannya canali, dari bahasa Italia yang berarti “saluran”. Ia tidak mempercayai bahwa saluran itu adalah buatan mahluk cerdas, tetapi penerjemahan yang kurang tepat memberi kesan yang keliru. Schiaparelli juga menunjukkan bahwa hujan meteor mengikuti garis edar sama seperti komet. Dari sana, ia menduga bahwa hujan meteor sebenarnya adalah puing sebuah komet. Marteen Schmidt (1929-….) - Seorang ahli astronomi Amerika yang menemukan jarak-jarak kuasar dalam alam semesta. Di tahun 1963 ia mula-mula mengukur pergeseran merah dari kuasar C 273 yang ternyata begitu besar sehingga menurut hukum Hubble ia seharusnya terletak jauh diluar galaksi kita. Harlow Shapley (1885-1972) - Seorang ahli astronomi Amerika yang di tahun 1921 pertama kali menghitung ukuran sebenarnya dari galaksi kita, dan menunjukkan bahwa Matahari tidak terletak di pusatnya. Shapley mengajukan gagasannya dari suatu studi mengenai kelompok globular perbintangan yang tersebar dalam suatu cincin di sekitar galaksi kita. Dengan mengukur jaraknya dari kecerlangan bintang yang dikandungnya, ia memperkirakan bahwa galaksi kita kira-kira berdiameter 100.000 tahun cahaya dan bahwa Matahari terletak kira-kira 30.000 tahun cahaya dari pusatnya. Clyde Tombaugh (1906-1997) - Ahli astronomi Amerika yang pada bulan Februari 1930 menemukan planet Pluto dengan mempergunakan gambar-foto yang diambil di observatorium Lowell. Setelah penemuan Pluto, Tombaugh melanjutkan survey foto sekeliling langit untuk mencari planet lain yang mungkin ada, tetapi tidak menemukan sesuatu. Carl von Weizsacker, (1912-….) - Seorang astronom Jerman yang dalam tahun 1945 menggagas dasar teori-teori modern mengenai asal mula tata surya. Ia membayangkan bahwa planet terbentuk dari kumpulan partikel-partikel debu yang berasal dari sebuah cakram yang terdiri dari materi yang mengelilingi Matahari saat masih muda. Teorinya ini merupakan perubahan dari teori sebelumnya yang digagas oleh Kant dan Laplace. Pada abad ke-19 gagasan umum mengenai tata surya adalah tata surya merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain berpijak dengan paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan Tuhan dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Materialisme adalah paham pemikiran yang meyakini bahwa materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak. Tapi ilmu sains dan tekhnologi yang berkembang pada abad ke-20 meruntuhkan paham materialis itu. Pada tahun 1929 di observatorium Mount Wilson California, Kevin Hubble, ahli astronomi amerika, menemukan penemuan terbesar dan terpenting dalam ilmu astronomi. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini "bergerak menjauhi" kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita. Sebelumnya Hubble juga pernah menemukan penemuan penting lainnya. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus "mengembang". Mengembangnya alam semesta berarti bahwa jika alam semesta dapat bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan bahwa 'titik tunggal' ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki 'volume nol', dan 'kepadatan tak hingga'. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini. Hukum Hubble Edwin Hubble adalah orang pertama yang menyatakan bahwa galaksi bergerak menjauhi kita. ide ini kemudian berlanjut menjadi teori alam semesta yang mengembang. Hubble juga menemukan bahwa kecepatan galaksi saat menjauhi kita bergantung dari jaraknya. semakin jauh jarak sebuah galaksi dari kita, semakin cepat ia bergerak. hukum yang penting ini juga dapat dipakai untuk mencari jarak galaksi yang sangat jauh dari kecepatannya berpindah. Apakah kamu tahu apa Planet itu? Planet diambil dari bahasa Yunani yaitu asteres planetai yang berarti Bintang Pengelana. Dikatakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berpindah-pindah dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang lainnya. Perpindahan ini dikarenakan planet beredar mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional), terdapat delapan planet dalam sistem Tata Surya: (klik nama planet dibawah ini jika ingin tahu info tentang planet itu) Merkurius Venus Bumi Mars Yupiter Saturnus Uranus Neptunus sedangkan Pluto, Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoardan UB 313 yang dulu dimasukan dalam kategori planet kini berubah statusnya menjadi "planet kerdil/katai." Mau Tahu lebih lanjut tentang penghuni tata surya lainnya.... klik aja kata dibawah ini Asteroid dan Meteoroid Komet Merkurius terletak dekat dengan matahari, sehingga membuat merkurius bergerak mengelilingi matahari lebih cepat dari planet manapun. Satu hari di Merkurius sema seperti tiga bulan di bumi. Perputarannya yang amat cepat inilah yang membuat planet ini dinamai Merkurius. Itu adalah nama seorang dewa dalam mitologi Roma kuno. Merkurius, putra Zeus, adalah dewa pembawa pesan yang bisa berlari sangat cepat dan memakai sepatu bersayap. Sayangnya, Merkurius hanya bisa dilihat dari bumi sesaat menjelang matahari terbit atau terbenam. Berbeda dengan planet lain, Merkurius tak bisa terlihat di tengah malam karena dia selalu muncul dekat dengan matahari ketika diteropong dari bumi. Sehingga planet ini kerap disebut "bintang" pagi atau "bintang" petang. Merkurius bukan planet yang ramah bagi manusia. Selain memiliki atmosfer yang amat tipis, temperaturnya teramat panas dan mampu melelehkan panci logam sehingga tak ada manusia yang bisa hidup di sana. Permukaan Merkurius berlubang-lubang mirip bulan. Lubang kawah itu terjadi karena tumbukan benda-benda langit, seperti meteorit dan asteroid. Johann Hieronymus Schroeter adalah orang yang pertama kali mengamati planet Merkurius. Schroeter yang hidup pada 1745-1816 itu mencatat gambar permukaan planet itu dengan detail. Namun, di kemudian hari diketahui sketsa yang dibuatnya itu tidak akurat. Peta Merkurius yang lebih akurat dibuat astronom bernama Eugenios Antoniadi (1870-1944) menggunakan teleskop yang lebih kuat. Dia menemukan kanal-kanal Martian yang terlihat di Merkurius hanyalah ilusi optik. Pada 1974, wahana Mariner 10 memberikan gambar Merkurius dalam jarak dekat dan merevisi semua peta planet itu. DATA MERKURIUS Diameter di khatulistiwa : 4878 km Jarak rata-rata dari matahari : 57.910.000 km Rotasi : 58,65 hari Waktu setahun : 88 hari bumi Temperatur di puncak awan : 427 derajat Celcius di siang hari dan -183 derajat Celcius di malam hari Satelit : 15 satelit Venus sudah lama dikenal sebagai saudara kembar Bumi. Empat setengah milyar tahun yang lalu, keduanya terbentuk dengan radius, massa, kerapatan, bahkan komposisi kimia yang nyaris sama. Tapi, meskipun kembar dalam banyak hal, tetap saja ada perbedaannya. Venus dan Bumi memiliki iklim yang sangat berbeda satu sama lain. Analisis data European Venus Express menunjukkan penyebab-penyebab mengapa iklim kedua planet kembar ini sangat berbeda. Pada tahap awal pembentukan tata Surya, Venus sepertinya mengalami evolusi dengan cepat dibanding Bumi. Data dari Venus Express memang mendukung teori jika saudara kembar Bumi ini pernah memiliki air yang menyelimuti permukaan dalam volume yang signifikan. Tapi, tampaknya lautan ini hilang dalam skala waktu geologi yang sangat singkat. Sebagai akibat dari kehilangan air, evolusi geologi permukaan Venus menjadi lebih lambat karena ia tidak dapat membentuk plat tektonik seperti di Bumi. Dengan demikian evolusi biologi juga tidak terjadi. Jadi, Venus sebagai Bumi yang lain di Tata Surya dalam hal iklim dan kondisi habitasi, ternyata berevolusi terlalu cepat pada awalnya dan kemudian evolusi itu menjadi terlalu lambat. Di awal kelahiran mereka, Bumi dan Venus memang banyak memiliki kesamaan. Namun dalam perkembangannya, Venus ternyata mengalami kehilangan air yang cukup besar, sedangkan Bumi justru kelihalangan sejumlah besar karbondioksida. Di Bumi, CO2 terkunci dalam mineral pada kerak bumi, di lautan, dan unsur-unsur di dalam tumbuhan. Lepasnya sebagian karbondioksida ke atmosfer inilah yang sekarang kita kenal sebagai pemanasan global, dan menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim. Di Venus, sebagian besar CO2 masih berada di atmosfer dan temperatur permukaannya sangat panas, mencapai 450 derajat Celsius. Bayangkan, jika kita ada di permukaan Venus, mungkin kita sudah gosong. Akibat dari banyaknya CO2 di atmosfer, evolusi geologi maupun biologi jadi terhenti. Kondisinya terlalu panas untuk bisa terbentuk kehidupan. Yang menarik, fisis kedua planet ini ternyata sama, dan Venus Express menempatkan perilaku iklim kedua planet dalam kerangka umum yang bisa kita pahami. Saat ini, pekerjaan Venus Express masih belum berakhir, ia baru akan pensiun setelah bulan Mei 2009. Dan pekerjaan lanjutannya akan dilakukan bekerjasama dengan Jepang, melalui pesawat ruang angkasa Venus Climate Orbitter yang akan tiba di Venus bulan Desember 2010. Sumber : Royal Astronomical Society Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70°C hingga 55°C bergantung pada iklim setempat. Sehari di dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain. Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer. Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi. Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2. Bumi terbentuk sekitsr 4,6 milyar tahun yang lalu, saat material-material diangkasa menyatu. Awalnya, bumi adalah bola besar cair. Secara bertahap, bumi menjadi dingin, sampai akhirnya terbentuk atmosfer dan lautan. Lambat laun, bumi menjadi dunia kita sekarang ini, yang tersusun atas lapisan batuan denag inti besi. Bumi masih terus berubah karena gelombang pada batuan dibawah kerak bumi bergerak memperlebar samudra dan memisahkan benua. DATA BUMI Diameter di khatulistiwa : 12.756 Jarak rata-rata dari matahari : 149,6 juta km Rotasi : 23 jam 56 menit Waktu setahun : 365,25 hari Temperatur permukaan : -89 derajat Celcius sampai 58 derajat celcius Satelit : Bulan | Home | Profil | Teori Pembentukan TataSurya | Planet | Galaksi | Tahukah kamu | Sumber | | Mars berukuran kecil dan berwarna merah(warna merah ini berasal dari mineral besi, seperti karat dalam batuan dan tanah dipermukaannya). Mars adalah planet berbatu dan memiliki susunan yang sama dengan bumi. Tekanan atmosfer di Mars hanya sekitar seperseratus dari tekanan atmosfer di bumi. Gas utama didalam atmosfer Mars adalah Karbon dioksida, bukan nitrogen dan oksigen seperti di bumi. Uap air di atmosfernya sangat sedikit, dan tidak ada lautan, danau, atau sungai. Di sekitar kutub, uap air membeku membentuk tudung es. Walau dalam beberapa hal mars mirip dengan bumi, Mars jauh lebih kecil. Permukan Mars dipenuhi oleh banyak gurun, kawah, dan gunung berapi. Olympus Mons adalah gunung tertinggi dengan ketinggian hampir 30 kilometer. Ada juga rekahan di permukaan sepanjang lebih dari 4000 kilometer, dengan kedalaman 7 kilometer. Rekahan ini disebut Grand Canyon Mars, tapi nama sebenarnya adalah Mariner Valley (lembah Mariner).Lembah yang lebih kecil seolah terbentuk oleh aliran sungai. Oleh karena itu, ahli astronomi beranggapan bahwa mars dulu pernah mempunyai sungai dan laut.Mars memiliki dua satelit alami yaitu Phobos dan Deimos. Ukuran Phobos lebih besar, tapi diameternya kurang dari 30 kilometer. Para ahli astronomi yakin, bahwa Phobos dan Deimos berasal dari asteroid yang tertangkap gravitasi Mars. Pada tahun 1965, Mariner 4 terbang melewati mars dan mengirimkan gambar. Mariner 6 dan 7 juga melewatinya, dan tahun 1971, Mariner 9 masuk kedalam orbit mars. Lima tahun kemudian, dua pesawat Viking menurunkan kendaraan pendarat ke permukaan Mars. Tahun 1997, penyelidik Pathfinder medarat dan melepaskan kendaraan kecil yang disebut Sojourney, yang menyelidiki bebatuan disekitarnya. DATA MARS Diameter di khatulistiwa : 12.756 Jarak rata-rata dari matahari : 228 juta km Rotasi : 24jam 37 menit Waktu setahun : 687 hari Temperatur permukaan : -110 derajat Celcius sampai 0 derajat celcius Satelit : Phobos dan Deimos | Home | Profil | Teori Pembentukan TataSurya | Planet | Galaksi | Tahukah kamu | Sumber | | MARS View shoutbox ShoutMix chat widget Free Blog Calendar Mars Mars berukuran kecil dan berwarna merah(warna merah ini berasal dari mineral besi, seperti karat dalam batuan dan tanah dipermukaannya). Mars adalah planet berbatu dan memiliki susunan yang sama dengan bumi. Tekanan atmosfer di Mars hanya sekitar seperseratus dari tekanan atmosfer di bumi. Gas utama didalam atmosfer Mars adalah Karbon dioksida, bukan nitrogen dan oksigen seperti di bumi. Uap air di atmosfernya sangat sedikit, dan tidak ada lautan, danau, atau sungai. Di sekitar kutub, uap air membeku membentuk tudung es. Walau dalam beberapa hal mars mirip dengan bumi, Mars jauh lebih kecil. Permukan Mars dipenuhi oleh banyak gurun, kawah, dan gunung berapi. Olympus Mons adalah gunung tertinggi dengan ketinggian hampir 30 kilometer. Ada juga rekahan di permukaan sepanjang lebih dari 4000 kilometer, dengan kedalaman 7 kilometer. Rekahan ini disebut Grand Canyon Mars, tapi nama sebenarnya adalah Mariner Valley (lembah Mariner).Lembah yang lebih kecil seolah terbentuk oleh aliran sungai. Oleh karena itu, ahli astronomi beranggapan bahwa mars dulu pernah mempunyai sungai dan laut.Mars memiliki dua satelit alami yaitu Phobos dan Deimos. Ukuran Phobos lebih besar, tapi diameternya kurang dari 30 kilometer. Para ahli astronomi yakin, bahwa Phobos dan Deimos berasal dari asteroid yang tertangkap gravitasi Mars. Pada tahun 1965, Mariner 4 terbang melewati mars dan mengirimkan gambar. Mariner 6 dan 7 juga melewatinya, dan tahun 1971, Mariner 9 masuk kedalam orbit mars. Lima tahun kemudian, dua pesawat Viking menurunkan kendaraan pendarat ke permukaan Mars. Tahun 1997, penyelidik Pathfinder medarat dan melepaskan kendaraan kecil yang disebut Sojourney, yang menyelidiki bebatuan disekitarnya. DATA MARS Diameter di khatulistiwa : 12.756 Jarak rata-rata dari matahari : 228 juta km Rotasi : 24jam 37 menit Waktu setahun : 687 hari Temperatur permukaan : -110 derajat Celcius sampai 0 derajat celcius Satelit : Phobos dan Deimos | Home | Profil | Teori Pembentukan TataSurya | Planet | Galaksi | Tahukah kamu | Sumber | | MARS View shoutbox ShoutMix chat widget Free Blog Calendar Mars Mars berukuran kecil dan berwarna merah(warna merah ini berasal dari mineral besi, seperti karat dalam batuan dan tanah dipermukaannya). Mars adalah planet berbatu dan memiliki susunan yang sama dengan bumi. Tekanan atmosfer di Mars hanya sekitar seperseratus dari tekanan atmosfer di bumi. Gas utama didalam atmosfer Mars adalah Karbon dioksida, bukan nitrogen dan oksigen seperti di bumi. Uap air di atmosfernya sangat sedikit, dan tidak ada lautan, danau, atau sungai. Di sekitar kutub, uap air membeku membentuk tudung es. Walau dalam beberapa hal mars mirip dengan bumi, Mars jauh lebih kecil. Permukan Mars dipenuhi oleh banyak gurun, kawah, dan gunung berapi. Olympus Mons adalah gunung tertinggi dengan ketinggian hampir 30 kilometer. Ada juga rekahan di permukaan sepanjang lebih dari 4000 kilometer, dengan kedalaman 7 kilometer. Rekahan ini disebut Grand Canyon Mars, tapi nama sebenarnya adalah Mariner Valley (lembah Mariner).Lembah yang lebih kecil seolah terbentuk oleh aliran sungai. Oleh karena itu, ahli astronomi beranggapan bahwa mars dulu pernah mempunyai sungai dan laut.Mars memiliki dua satelit alami yaitu Phobos dan Deimos. Ukuran Phobos lebih besar, tapi diameternya kurang dari 30 kilometer. Para ahli astronomi yakin, bahwa Phobos dan Deimos berasal dari asteroid yang tertangkap gravitasi Mars. Pada tahun 1965, Mariner 4 terbang melewati mars dan mengirimkan gambar. Mariner 6 dan 7 juga melewatinya, dan tahun 1971, Mariner 9 masuk kedalam orbit mars. Lima tahun kemudian, dua pesawat Viking menurunkan kendaraan pendarat ke permukaan Mars. Tahun 1997, penyelidik Pathfinder medarat dan melepaskan kendaraan kecil yang disebut Sojourney, yang menyelidiki bebatuan disekitarnya. DATA MARS Diameter di khatulistiwa : 12.756 Jarak rata-rata dari matahari : 228 juta km Rotasi : 24jam 37 menit Waktu setahun : 687 hari Temperatur permukaan : -110 derajat Celcius sampai 0 derajat celcius Satelit : Phobos dan Deimos Jupiter adalah planet terbesar dan terdiri dari hidrogen dan sedikit helium. Atmosfernya yang berangin kuat dipenuhi awan, kedalamannya lebuh dari 1000 kilometer. Jupiter dipenuhi oleh awan es, amonia, dan senyawa amonium. Didasar atmosfer, tekanan yang besar mengubah hidrogen menjadi air. Lebih dalam lagi, tekanan yang meningkat cepat mengubah hidrogen menjadi sejenis besi cair. Tepat ditengahnya, terdapat inti batu yang kecil. Jika kita melihat Jupiter diluar angkasa, planet ini memiliki gradasi warna yang berwarna-warni. Garis warna-warni yang kita lihat itu adalah jenis awan yang berbeda-beda didalam atmosfernya. Karena rotasi Jupiter sangat cepat, maka awan itu tertarik menjadi pita yang sejajar dengan khatulistiwa. Bagian yang lebih pucat disebut wilayah (zone) dan yang lebih gelap disebut sabuk (belt). Jupiter paling tidak memiliki 39 satelit. Kita bisa melihat 4 yang terbesar dari teropong. Galileo, ahli astronomi Italia menemukannya tahun 1610, jadi keempatnya dikenal sebagai satelit Galileo, susunannya adalah sebagai berikut, IO, Europa, Ganymede dan Callisto. Ganymede berdiameter 5.262 kilometer dan merupakan satelit milik Jupiter yang terbesar di tata surya. Ukuran Ganymede hampir sama dengan planet merkurius. Leda, bulan terkecil milik jupiter, diamternya sekitar 15 kilometer. Satelit Io merupakan satelit yang istimewa karena disana terdapat gunung berapi aktif. Gunung tersebut memuntahkan cairan belerang yang kaya warna kuning oranye, sehingga memberi warna yang cerah dan beragam pada Io. Penyelidik ruang angkasa, voyager 1, menemukan gunung berapi di Io saat melintasi Jupiter tahun 1979. Ciri paling mencolok dipermukaan Jupiter adalah bintik oval yang biasa disebut bintik merah besar, bintik tersebut merupakan pusaran badai yang dangat besar, serupa dengan topan raksasa di bumi. diamternya sekitar 40.000 kilometer, atau tiga kali ukuran bumi. DATA JUPITER Diameter di khatulistiwa : 142.800 km Jarak rata-rata dari matahari : 778 juta km Rotasi : 9jam 50 menit Waktu setahun : 11,9 hari bumi Temperatur di puncak awan : -150 derajat Celcius Satelit : 39 satelit Saturnus disukai oleh ahli astronomi karena cicinya bersinar. Setiap tahun selama Saturnus mengelilingi matahari, cincinnya tampak berubah bentuk. Saturnus dikelilingi oleh banyak cincin, tapi hanya 3 yang dapat dilihat dari bumi. Cicin itu tampak seperti lembaranpadat. Namun, cincin itu sebenarnya terbentuk dari jutaan potongan es yang mendesing mengelilingi planet dengan kecepatan tinggi. Ukuran bongkahan es itu bervariasi, dari yang hanya setitik debu sampai bongkahan besar. Ketebalan cincin itu kurang dari 50 meter. Saturnus adalah bola gas raksasa yang sebagian besar terdiri dari gas dan gas cair. Atmosfernya yang berawan hampir seluruhnya terbentuk dari hidrogen dan helium. Dibawahnya membentang lautan hidrogen cair yang luas dalam bentuk besi cair. Di pusat planet terdapat inti besi yang kecil. Saturnus adalah planet yang sangat berawan. Awannya terbentuk menjadi pita yang sejajar dengan khatulistiwa karena Saturnus berputar sangat cepat. Pita tersebut tudak mudah dilihat seperti di Jupiter karena kabut menutupi atmosfernya. Di Saturnus terdapat tiga lapisan awan utama yang dipisahkan oleh bagian terang yang ada diantaranya. Lapisan awan bagian atas terbentuk dari senyawa amonia dan amonium. Di lapisan paling bawah, seperti awan terbentuk dari partikell air dan es, seperti dibumi. Saturnus mempunyai paling tidak 18 satelit. Hanya lima yang diameternya lebih dari 1.000 kilometer, yaitu Tethys, Dione, Rhea, Titan, dan lapetus. Yang terkecil adalah Pan diameternya hanya sekitar 20 kilometer. Satelit terbesar dengan diameter 5.140 kilometer adalah Titan. Titan menjadi satelit alami terbesar kedua dan satu-satunya yang mempunyai atmosfer tebal. Atmosfer Titan yang tebal sebagian besar terbentuk dari gas nitrogen, warnanya oranye dan dipenuhi awan kabut yang menghalangi kita melihat permukaannya. Ahli astronomi memperkirakan bahwa Titan diselimuti danau-danau besar atau lautan metana cair, dan mungkin ada juga daratan yang ditutupi es dan salju metana. DATA SATURNUS Diameter di khatulistiwa : 120.000 km Diameter cincin yang terlihat : 270.000 km Jarak rata-rata dari matahari : 2,427 miliar km Jarak terdekat dari bumi : 1,2 miliar km Rotasi : 10 jam 40 menit Waktu setahun : 29,5 hari bumi Temperatur di puncak awan : -200 derajat Celcius Satelit : 18 satelit Semua planet berotasi pada porosnya (garis khayal dari kutub utara ke kutub selatan) sambil mengelilingi matahari. Pada kebanyakan planet, porosnya hampir tegak lurus dengan garis orbit planet. Namun, poros Uranus sejajar dengan orbitnya, sehingga kutub Uranus menghadap matahari. Oleh karena itu, Uranus seolah rebah disalah satu sisinya. Akibatnya, kutub Uranus lebih panas daripada sisi yang lainnya dan tidak dingin seperti kutub di bumi. Uranus mempunyai atmosfer tebal yang terdiri dari hidrogen, helium, metana, juga selimut air, amonia, dan es metana. Dipusatnya terdapat inti selikat besi. Uranus ditemukan pada tahun 1781 oleh ahli astronomi Inggris yang bernama William Herschel. Dia mengamati objek yang dianggapnya komet melalui teleskop, tapi ternyata itu bukan komet melainkan planet baru. Dahulu ahli astronomi mengira hanya Saturnus yang mempunyai cincin. Tapi pada tahun 1977, mereka menemukan bahwa Uranus juga mempunyai cincin. Ada sekitar 11 cincin utama yang terbentuk dari pecahan batu yang garis tengahnya sampai satu meter mendesing mengitari planet dengan kecepatan tinggi. Partikel disebagian cincin tertahan ditempatnya karena satelit kecil penggembalanya. Dari Bumi, kita hanya bisa melihat lima satelit alami uranus, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Sepuluh satelit yang lebih kecil ditemukan oleh Voyager 2. Satelit ysng besar berupa bola batu dan es yang permukaannya dipenuhi kawah dan retakan. Titania adalah satelit terbesar. Diameternya sekitar 1.600 km. Miranda adalah satelit terkecil dengan diameter sekitar 500 kilometer yang bisa dilihat dari bumi. Foto Jarak dekat memperlihatkannya sebagai satelit yang paling menarik. Permukaannya merupakan gabungan dari berbagai jenis relief, seperti kawah, lekukan, tebing, dan lembah. Ahli astronomi berpendapat, pada zaman dahulu Miranda hancur berkeping-keping saat bertabrakan dengan benda lain. Lalu, kepingannya menyatu membentik pemandangan yang kita lihat sekarang. DATA URANUS Diameter di khatulistiwa : 51.000 km Jarak rata-rata dari matahari : 2,87 miliar km Jarak terdekat dari bumi : 2,6 miliar km Rotasi : 17 jam 14 menit Waktu setahun : 84 hari bumi Temperatur di puncak awan : -200 derajat Celcius Satelit : 15 satelit Neptunus terbentuk dari material yang sama dengan Uranus, kembarannya. Planet ini mempunyai atmosfer yang sebagian besarnya terbentuk dari hidrogen dan sedikit helium. Dibawah atmosfernya terdapat lautan air panas dan gas cair termasuk metana, yang luas dan dalam. Di pusatnya terdapat inti batu seukuran bumi. Neptunus berwarna sedikit mirip bumi karena berwarna biru indah. Warna ini disebabkan oleh atmosfernya yang mengandung gas metana. Metana menyerap warna merah sinar matahari dan memantulkan warna biru dari atmosfer Neptunus. Bintik besar yang terkadang muncul di atmosfer Neptunus adalah badai besar. Neprunus mempunyai dua setelit alami, yakni Triton dan Nereid. Saat Voyager 2 mendatangi Neptunus, penyeledik itu menemukan enam satelit lagi, salah satunya adalah Proteus yang lebih besar dari Nereid, sedangkan yang lainnya berukuran kecil. Triton yang berdiameter sekitar 2.700 kilometer mengelilingi Neptunus dengan arah yang tidak lazim yakni arah yang berlawanan dengan kebanyakan saterlit lainnya. DATA NEPTUNUS Diameter di khatulistiwa : 49.500 km Jarak rata-rata dari matahari : 4,5 miliar km Jarak terdekat dari bumi : 4,3 miliar km Rotasi : 17 jam 6menit Waktu setahun : 165 hari bumi Temperatur di puncak awan : -210 derajat Celcius Satelit : 8 satelit Tata Surya yang terdiri atas metahari, planet-planet, satelit-satelit., komet dan meteor hanyalah satudari jutaan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang dikenal dengan nama galaksi. Betapa besar galaksi kita itu dapat dibayangkan sengan mengetahui jarak antara matahari dengan sebuah bintang yang terdekat, yaitu Alpha Centauri. Alpha Centauri adalah sebuah bingtang yang cemerlang didalam rasi Centaurus dibelahan langit selatan. Dalam jagat raya tersebar ribuan galaksi yang sangat besar dan masing-msing berukuran besar pula. Galaksi kita yaitu tempat matahari kita kita sebagai anggotanya dinamakan Bimasakti. Dalam bahasa Inggrisnya dinamakan milky way. Diameter galaksi Bima Sakti adalah 80.000 tahun cahaya. Galaksi terdekat dengan Bima Sakti adalah Awan Magellan (Magellanic Clouds). Jarak kedua galaksi itu 160.000 tahun cahaya. Sejak zaman dahulu , orang-orang telah mengamati binyang-bintang di langit. Bintang-bintang itu kelihatan membentuk gugusan yang menimbulkan kesan lukisan seperti binatang, manusia, atau benda lain. Lahirlah nama-nama gugus bintang (rasi, kontelasi) seperti Cancer, Scorpio, Orion, Ursa Mayor, Crux, dan banyak lagi. Orang memberi nama easi bintang sesuai bayangan yang timbul di fantasinya. Rasi Orion di Indonesia dinamakan Waluku. Ada 12 kelompok bintang yang selalu lewat sekitar titik atas kepala kita yang tinggal di daerah khatulistiwa. Deretan rasi bintang itu membentuk gelang yang Zodiak. Nama keduabelas rasi bintang itu adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, SAgitarius, Capriconus, Aquarius, dan Pisces. Terdapat banyak Galaksi di alam semesta, contohnya: Galaksi Bimasakti,Galaksi Andromeda,maupun Galaksi yang belum diberi nama atau belum ditemukan. Matahari hanyalah satu dari sekian ribu bintang yang terdapat di galaksi bimasakti. Pusat dari bimasakti diperkirakan bintang yang memiliki ukuran beberapa kali lebih besar dari matahari. View shoutbox ShoutMix chat widget Free Blog Calendar empat galaksi terbesar galaksi bimasakti Satelit Prometheus perlahan-lahan bertabrakan dengan tepi dalam cincin F Saturnus. Satelit lonjong ini menarik aliran materi dari cincin dan kemudian meninggalkannya di balik kegelapan. Aliran materi yang terbentuk saat Prometheus mendekati cincin F Saturnus. sekali dalam perjalanan 14,7 jam-nya mengorbit Saturnus, Prometheus (diameter 102 km) akan mencapai titik paling lonjong yang disebut apoapse dan berada jauh dari Saturnus, atau tepatnya berada dekat cincin F. Pada titik ini gravitasi Prometheus cukup kuat untuk membuat aliran materi keluar dari area inti cincin F. Pada awalnya, materi berukuran debu ditarik menjauh dari cincin hingga tampak membentuk aliran yang menuju orbit Prometheus. Setelah beberapa waktu, aliran ini akan runtuh lebih cepat dan tertinggal jauh di belakang Prometheus karena materi di cincin F mengorbit Saturnus lebih lambat dari satelit tersebut. Aliran tersebut akan tampak lebih panjang dan membentuk terusan gelap. Pembentukan aliran dan terusan ini terjadi dalam siklus berulang saat Prometheus mencapai apoapse. Setiap kali Prometheus mendekati cincin F ia akan membentuk aliran materi dari cincin F namun dari lokasi yang berbeda. Hal ini terjadi karena perbedaan periode orbit antara cincin dan Prometheus. Cincin F mengorbit Saturnus lebih lambat dari satelit tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan garis bujur 3,2 derajat antara lokasi aliran materi satu dengan lainnya yang ditarik dari cincin saat satelit itu mendekat. Sumber : NASA Mengapa kita tidak bisa melihat bintang pada siang hari? Bintang selalu ada dilangit, kita tidak bisa melihatnya di siang hari karena cahaya matahari membuat langit terlalu terang. Hal yang sama akan terjadi kalau kalian menyalakan center diruangan yang terang. Sudah tentu, kalian tidak bisa melihat cahaya center itu, tetapi dikegelapan, cahaya center itu terlihat terang. Mengapa bintang terlihat berkelap-kelip???? Untuk sampai ke buki, cahaya bintang harus merambat dalam jarak yang sangat jauh. Ketika semakin dekat dengan bumi, cahaya itu menjadi seperti berkas tipis. Partikel-partikel di atmosfer bumi membiaskan cahaya itu kamana-mana. Inilah yang membuat bintang tampak berkelap-kelip. Mengapa ada bintang yang terlihat lebih terang dari bintang lain???? Beberapa bintang tampak terang karena ukurannya besar semenatra itu, bintang yang lain tampak terang karena letaknya lebih dekat dengan klita. Ilmuan mengukur tingkat kecermelangan cahaya bintang dengan berdasarkan besaran (magnitude). Besaran semu menyatakan kecermelangan cahaya bintang jika dilihat dari bumi. Besaran mutlak menyatakan kecemerlangan cahaya bintang yang sebenarnya jika dibandingkan dengan bintang yang lain. Apakah bintang itu bergerak???? Bintang tampak bergerak perlahan-lahan melintasi langit setiap malam. Kalau memandanginya, kalian pasti mengira bintang-bintang itu bergerak mengitari kita, tetapi sebenarnya tidak. Hanya kelihatannya saja mereka bergerak karena bumu berputar. Karena bumi mengelilingi matahari dalam satu tahun, bintang-bintang itu tampak berubah posisinya daru musim ke musim. Sebenarnya, perjalanan bumilah yang memberi kita pemandangan yang berbeda pada musim panas, musim gugur, musim semi dan musim dingin. Jadi, kita tidak bisa melihat gerakan bintang yang sebenarnya dari hari ke hari atau dari bulan ke bulan. Akan tetapi, jika kita bisa mengamati bintang selama ribuan tahun, mungkin kita bisa melihat perubahan posisinya. Ini karena sebenarnya bintang ini juga bergerak diruang angkasa. | Home | Profil | Teori Pembentukan TataSurya | Planet | Galaksi | Tahukah kamu | Sumber | | Bagaimana kehidupan di Bumi bisa muncul?Apakah sup organik di Bumi saja yang menjadi benih kehidupan itu? Ataukah bahan lainnya seperti asam amino dihantarkan ke Bumi oleh tabrakan meteorit besar-besaran di masa lalu? Sup organik yang menjadi benih kehidupan di Bumi sepertinya tidak sendirian tapi mendapat bantuan dari luar angkasa. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Carniege Institution menunjukan adanya konsentrasi tinggi dari asam amino pada dua meteorit yakni 10 kali lebih tinggi dari penelitian sebelumnya untuk meteorit sejenis. Hasil ini menunjukan Tata Surya dini jauh lebih kaya akan materi organik yang bisa membentuk kehidupan dan bisa jadi batuan dari luar angkasa yang jatuh ke Bumi inilah yang menjadi kaldu bagi tumbuhnya kehidupan di Bumi. Penelitian yang dilakukan oleh Marilyn Fogel dari Carnegie’s Geophysical Laboratory dan Conel Alexander dari Department of Terrestrial Magnetism with Zita Martins of Imperial College London beserta dua koleganya ini akan dipublikasikan di Meteoritics and Planetary Science. Asam amino merupakan molekul organik yang membentuk tulang belakang protein yang kemudian membentuk berbagai macam struktur dan mengendalikan berbagai reaksi kimia didalamnya termasuk sel kehidupan. Produksi dari protein dipercaya sebagai salah satu langkah awal yang menyusun komponen-komponen penting dalam kehidupan. Para peneliti juga memperkirakan asam amino bisa terbentuk pada beberapa kondisi di awal Bumi, namun keberadaan senyawa-senyawa tersebut pada meteorit -meteorit tertentu justru membawa kita pada kemungkinan lain, yakni ruang angkasa sebagai sumber dari asam amino tersebut. Meteorit yang digunakan dalam penelitian ini diambil di Antartika pada tahun 1992 dan 1995. Dalam studi asam amino ini, diambil contoh dari 3 meteorit untuk tipe yang jarang yakni CR chondrite, yang diperkirakan mengandung materi organik tertua dan juga paling primitif di meteorit. CR chondrites merupakan meteorit yang memang sudah ada semenjak awal pembentukan Tata Surya. Nah, pada fasa awal sejarah, meteorit ini merupakan bagian dari sebuah objek yang besar yang menjadi induknya, mungkin asteroid yang kemudian terserak akibat tabrakan. Analisis pada ketiga meteorit ini, satu diantaranya menunjukan kelimpahan asam amino yang rendah sementara 2 meteorit lainnya justru memiliki kandungan asam amino yang sangat tinggi yang pernah ditemukan pada meteorit purba yakni sekitar 180 - 249 ppm (parts per million). Penelitian yang pernah dilakukan pada meteorit primitif lainnya menunjukan secara umum konsentrasi asam amino hanyalah 15 ppm atau kurnag dari itu. Di sisi lain. molekul organik dari sumber exra-terrestrial biasanya memiliki perbandingan isotop karbon yang berbeda dari sumber biologi di Bumi. Dengan demikian para ilmuwan akan bisa memisahkan faktor kontaminasi dari hasil yang mereka dapatkan. Asam amino pada kedua meteorit yang diteliti tersebut diperkirakan terbentuk dalam objek induknya sebelum terpecah akibat tabrakan. Sebagai contoh, amonia dan bahan kimia perintis dari nebula Matahari atau juga medium antar bintang bisa saja telah tercampur dengan air sehingga membentuk asam amino. Setelah terpecah, sebagian pecahannya sepertinya menghujani Bumi dan planet kebumian lainnya. Komponen-komponen perintis ini juga diperkirakan ada pada objek primitif lainnya seperti komet, yang juga menghujani material-nya ke Bumi di masa lalu.

posted by : sugiatno 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar